Minggu, 12 Februari 2017

reborn koi - koi termurah di gianyar dan bali

Sabtu, 18 Februari 2012

Penyuluhan Agama

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Serangkaian dengan peningkatan kualitas kerja penyuluh agama Hindu, peningkatan kwalitas pelaksanaan tugas-tugas penyuluh agama Hindu serta peningkatan pelayanan terhadap umat hindu serta dapat memotivasi para penyuluh dalam memberikan pembinaan kepada umat sesuai dengan tugas dan fungsi pokok penyuluh yaitu melaksanakan penyuluhan dalam rangka pembinaan mental, moral dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa membentuk budhi pekerti yang luhur sebagai landasan hidup beragama.
Beberapa hal yang berkaitan dengan penyuluhan, para penyuluh diharapkan lebih berperan aktif dalam memberikan penyuluhan- diwilayah kerja masing-masing sehingga masyarakat lebih memahami serta mengamalkan ajaran agama khususnya agama Hindu. Dengan memahami ajaran agama serta mampu mengamalkannya masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kehidupan beragama yang berkwalitas. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan strategi yang baik dalam menyampaikan materi penyuluhan yaitu, mampu memilih metode, memilih materi dan persiapan yang baik. Penyuluh juga diharapkan mampu memberikan contoh dalam kehidupan bermasyarakat seperti membina kerukunan umat beragama dan mampu mewujudkan kerukunan interen  umat beragama, antar umat beragama dan pemerintah.

B.    Rumusan Masalah
1.    Apa tujuan penyuluhan agama ?
Adalah memberikan pembinaan kepada umat sesuai dengan tugas dan fungsi pokok penyuluh yaitu melaksanakan penyuluhan dalam rangka pembinaan mental, moral dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa membentuk budhi pekerti yang luhur sebagai landasan hidup beragama.



2.    Bagaimana tehnik penyuluhan agama dilapangan ?
Tehniknya penyuluhan dilapangan adalah memilih metode, memilih materi dan persiapan yang baik.

C.    Tujuan
1.    Mengetahui agama lebih mendalam
Dengan memahami ajaran agama serta mampu mengamalkannya masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kehidupan beragama yang berkwalitas.
2.    Untuk mempererat hubungan antar agama
Saat ini kerukunan beragama sangat penting, diharapkan kehidupan bermasyarakat seperti membina kerukunan umat beragama dan mampu mewujudkan kerukunan interen  umat beragama, antar umat beragama dan pemerintah.










BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Penyuluh agama merupakan, bagian jenjang dari penyuluh agama. Secara umum pengertian penyuluh agama menurut Keputusan Bersama Menteri Agama RI dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor : 574 tahun 1999 dan nomor : 178 tahun 1999 tentang jabatan fungsional penyuluh agama dan angka kreditnya, menyebutkan bahwa penyuluh agama adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang untuk melakukan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama.
Sedangkan pengertian penyuluh agama fungsional tingkat terampil adalah Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan penyuluh berdasarkan pengalaman kerja.

B.    Tehnik penyuluhana agama di lapangan adalah sebagai berikut :
-    Identifikasi potensi wilayah
-    Penyusunan instrumen pengumpulan data wilayah atau kelompok sasaran.
-    Menganilisis Data
-    Merumuskan monografi potensi wilayah atau kelompok sasaran.
-    Menyusun Rencana Kerja (rutin mingguan, bulanan dan tahunan serta insidental).
-    Pelaksanaan Program Kerja
-     Evaluasi Program Kerja
Dengan memahami ajaran agama serta mampu mengamalkannya masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kehidupan beragama yang berkwalitas. Pada kesempatan tersebut disampaikan juga  masalah pendataan umat, lembaga umat, pendataan pemangku sarati banten dan orang suci serta organisasi sosial kemasyarakatan yang memiliki tujuan untuk mengetahui jumlah rohaniawan hindu yang memiliki peran yang sangat utama dalam melaksanakan ajaran adat dan agama, sarati merupakan orang yang sangat memegang peranan penting dalam yadnya, pendataan kelembagaan umat seperti sekehe santi, Sekehe gong yang merupakan suatu organisasi yang keanggotaannya bersifat sosial dimana melalui sekehe tersebut dapat meningkatkan srada dan bhakti umat.


















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dalam pembinaan tersebut dapat disimpulkan adalah penyuluh agama Hindu diharapkan memiliki kompetensi yang handal sehingga dalam melaksanakan tugas dapat dilakukan sebagaimana harapan bangsa terutama dalam mendukung tercapainya pembangunan dibidang agama. Penyuluh juga diharapkan mampu memberikan contoh dalam kehidupan bermasyarakat seperti membina kerukunan umat beragama dan mampu mewujudkan kerukunan interen  umat beragama, antar umat beragama dan pemerintah.
B. Saran
1. Diharapkan kepada pemrintah daerah lebih sering mengadakan penyuluhan
2. Diharapkan kepada pelaku penyuluhan lebih serius melaksanakan tugasnya

antropologi budaya

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau dan memiliki berbagai macam suku bangsa, bahasa, adat istiadat atau yang sering kita sebut kebudayaan. Keanekaragaman budaya yang terdapat di Indonesia merupakan suatu bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya.
Tidak bisa kita pungkiri, bahwa kebudayaan daerah merupakan faktor utama berdirinya kebudayaan yang lebih global, yang biasa kita sebut dengan kebudayaan nasional. Maka atas dasar itulah segala bentuk kebudayaan daerah akan sangat berpengaruk terhadap budaya nasional, begitu pula sebaliknya kebudayaan nasional yang bersumber dari kebudayaan daerah, akan sangat berpebgaruh pula terhadap kebudayaan daerah / kebudayaan lokal.
Kebudayaan merupakan suatau kekayaan yang sangat benilai karena selain merupakan ciri khas dari suatu daerah juga mejadi lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah.
Karena kebudayaan merupakan kekayaan serta ciri khas suatu daerah, maka menjaga, memelihara dan melestarikan budaya merupakan kewajiban dari setiap individu, dengan kata lain kebudayaan merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap suku bangsa.

B. Maksud dan Tujuan
Karena menjaga, memelihara dan melestarikan kebubayaan merupakan kewajiban setiap individu, maka dalam realisasinya saya mencoba menyusun paper yang berjudul Kebudayaan Suku Sunda yang didalamnya mengulas tentang berbagai kebudayaan tradisional Jawa Barat/Sunda. Penyusunan paper yang berjudul Budaya Suku sunda ini bertujuan agar pembaca mengetahui bahwa suku sunda merupakan suku yang kaya akan budaya serta menyadari bahwa menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah merupakan kewajiban dari setiap orang

BAB II
PEMBAHASAN
Suku Sunda merupaka suku yang terdapat di Provinsi Jawa Barat. Suku sunda adalah salah satu suku yang memiliki berbagai kebudayaan daerah, diantaranya pakaian tradisional, kesenian tradisional, bahasa daerah, dan lain sebagainya. Diantara sekian banyak kebudayaan daerah yang dimiliki oleh suku sunda adalah sebagai berikut :
1.    Pakaian Adat/Khas jawa Barat
Suku sunda mempunyai pakaian adat/tradisional yang sangat terkenal, yaitu kebaya. Kebaya merupakan pakaian khas Jawa Barat yang sangat terkenal, sehingga kini kebaya bukan hanya menjadi pakaian khas sunda saja tetapi sudah menjadi pakaian adat nasinal. Itu merupakan suatu bukti bahwa kebudayaan daerah merupakan bagian dari kebudayaan nasional.

2. Kesenian Khas Jawa Barat
a.    Wayang Golek
Wayang Golek merupakan kesenian tradisional dari Jawa Barat yaitu kesenian yang menapilkan dan membawakan alur sebuah cerita yang bersejarah. Wayang Golek ini menampilkan golek yaitu semacam boneka yang terbuat dari kayu yang memerankan tokoh tertentu dalam cerita pawayangan serta dimainkan oleh seorang Dalang dan diiringi oleh nyanyian serta iringan musik tradisional Jawa Barat yang disebut dengan degung.
b. Jaipong
Jaipong merupakan tarian tradisional dari Jawa Barat, yang biasanya menampilkan penari dengan menggunakan pakaian khas Jawa Barat yang disebut kebaya, serta diiringi musik tradisional Jawa Bart yang disebut Musik Jaipong.
Jaipong ini biasanya dimainkan oleh satu orang atau sekelompok penari yang menarikan berakan – gerakan khas tari jaipong.
c.    Degung
Degung merupakan sebuah kesenian sunda yang biasany dimainkan pada acara     hajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar.
Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat yaitu, gendang, goong, kempul, saron, bonang, kacapi, suling, rebab, dan sebagainya.
Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di Jawa Barat, karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional, selain itu musik degung juga digunakan sebgai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Barat lainnya.
d. Rampak Gendang
Rampak Gendang merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Rampak Gendang ini adalah pemainan menabuh gendang secara bersama-sama dengan menggunakan irama tertentu serta menggunakan cara-cara tertentu untuk melakukannya, pada umumnya dimainkan oleh lebih dari empat orang yang telah mempunyai keahlian khusus dalam menabuh gendang. Biasanya rampak gendang ini diadakan pada acara pesta atau pada acara ritual.
e.    Calung
    Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Calung, calung ini adalah kesenian yang dibawakan dengan cara memukul/mengetuk bambu yang telah dipotong dan dibentuk sedemikian rupa dengan pemukul/pentungan kecil sehingga menghasilkan nada-nada yang khas. Biasanya calung ini ditampilkan dengan dibawakan oleh 5 orang atau lebih. Calung ini biasanya digunakan sebagai pengiring nyanyian sunda atau pengiring dalam lawakan.
f. Pencak Silat
Pencak silat merupakan kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yang kini sudah menjadi kesenian Nasional.Pada awalnya pencak Silat ini merupakan tarian yang menggunakan gerakan tertentu yang gerakannya itu mirip dengan gerakan bela diri. Pada umumnya pencak silat ini dibawakan oleh dua orang atau lebih, dengan memakai pakaian yang serba hitam, menggunakan ikat pinggang dari bahan kain yang diikatkan dipinggang, serta memakai ikat kepala dari bahan kain yang orang sunda menyebutnya Iket. Pada umumnya kesenian pencaksilat ini ditampilkan dengan diiringi oleh musik yang disebut gendang penca, yaitu musik pengiring yang alat musiknya menggunakan gendang dan terompet.
g.    Sisingaan
Sisingaan merupakan kesenian yang berasal dari daerah Subang Jawa barat. Kesenian ini ditampilkan dengan cara menggotong patung yang berbentuk seperti singa yang ditunggangi oleh anak kecil dan digotong oleh empat orang serta diiringi oleh tabuhan gendang dan terompet. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara peringatan hari-hari bersejarah.
h.    Kuda Lumping
Kuda Lumping merupakan kesenian yang beda dari yang lain, karena dimainkan dengan cara mengundang roh halus sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. Kesenian ini dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk seperti kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Keanehan kesenian ini adalah orang yang memerankannya akan mampu memakan kaca serta rumput. Selain itu orang yang memerankannya akan dicambuk seperti halnya menyambuk kuda. Biasanya kesenian ini dipimpin oleh seorang pawang.Kesenian ini merupakan kesenian yang dalam memainkannya membutuhkan keahlian yang sangat husus, karena merupakan kesenian yang cukup berbahaya.
i. BajidoranBajidoran merupakan sebuah kesenian yang dalam memainkannya hampir sama dengan permainan musik modern, cuma lagu yang dialunkan merupakan lagu tradisional atau lagu daerah Jawa Barat serta alat-alat musik yang digunakannya adalah alat-alat musik tradisional Jawa Barat seperti Gendang, Goong, Saron, Bonang, Kacapi, Rebab, Jenglong serta Terompet. Bajidoran ini biasanya ditampilkan dalam sebuah panggung dalam acara pementasan atau acara pesta.
i.    Cianjuran
Cianjuran merupakan kesenian khas Jawa Barat. Kesenian ini menampilkan nyanyian yang dibawakan oleh seorang penyanyi, lagu yang dibawakannya pun merupakan lagu khas Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat memberikan nama lain untuk nyanyian Cianjuran ini yaitu Mamaos yang artinya bernyanyi.
k. Kacapi Suling
Kacapi suling adalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yaitu permainan alat musik tradisional yang hanya menggunakan Kacapi dan Suling. Kacapi suling ini biasanya digunakan untuk mengiringi nyanyian sunda yang pada umumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan, yang dalam bahasa sunda disebut Sinden.
l. Reog
Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Reog, kesenian ini pada umumnya ditampilkan dengan bodoran, serta diiringi dengan musik tradisional yang disebut Calung. Kesenian ini biasanya dimainkan oleh beberapa orang yang mempunyai bakat melawak dan berbakat seni. Kesenian ini ditampilkan dengan membawakan sebuah alur cerita yang kebanyakan cerita yang dibawakan adalah cerita lucu atau lelucon.



















BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
    Suku Sunda yang berada di daerah Jawa Barat merupakan suku yang memiliki berbagai kebudayaan, mulai dari adat istiadat sehari-hari, kesenian, acara ritual, dan lain-lain.
Semua itu membuktikan bahwa suku sunda merupakan suku yang kaya akan budaya daerah.
Diantara sekian banyak kebudayaan yang dimiliki suku sunda, ada beberapa kebudayaan yang sangat populer, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Pakaian adat khas Barat yang disebut Kebaya
2. Wayang Golek
3. Jaipong
4. Degung
5. Rampak Gendang
6. Calung
7. Pencak Silat
8. Sisingaan
9. Kudalumping
10. Bajidoran
11. Cianjuran
12. Kacapi Suling, dan
13. Reog.
Tidak hanya dibidang kesenian, suku sunda juga memmiliki berbagai macam budaya daerah yang sangat menarik.
2.    Saran
Budaya daerah merupakan faktor utama berdirinya kebudayaan nasional, maka segala sesuatu yang terjadi pada budaya daerah akan sangat mempengaruhi budaya nasional. Atas dasar itulah, kita semua mempunyai kewajiban untuk menjaga, memelihara dan melestarikan budaya baik budaya lokal atau budaya daerah maupun budaya nasional, karena budaya merupakan bagian dari kepribadian bangsa.
KATA PENGANGTAR

Om swastyastu

Puji Syukur kami panjatkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa yang selalu melimpahkan karunia-nya terima kasih saya haturkan kepada semua pihak yang telah bahu-membahu dalam menyusun paper ini sehingga dapat diselesaikan
               Sejalan dengan dinamika bangsa ini yang masih terus mencari bentuk yang lebih baik untuk menghasilkan generasi cerdas yang berbudi, maka saya mendukung niat baik tersebut dengan membuat buku ini materi yang ditampilkan dalam buku ini bertujuan agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan hari dengan mempelajari hasil penelitian paper ini siswa akan mampu bersifat positif kepada sesama dan ikut serta melestarikan kebudayaan dalam kehidupan sebagai ungkapan rasa syukur atas segala Anugrah Tuhan Yang Maha Penmurah
                  Akhir kata, tidak gading yang tak retak, demikian pula dengan buku ini masih jauh dari sempurna.Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan demi kesempurnaan buku ini.

Om Shanty. Shanty. Shanty. Om

            Tegalallang 21  Januari 2012

                              Penulis

                      I Ketut Darsana
TUGAS
ANTROPOLOGI



Oleh :

                Nama             : I Ketut Darsana
                Semester        : VII
                Nirm            :
                Tanda Tangan        :


UNIVERSITAS HINDU INDONESIA

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR    ..........................................................................................    i
DAFTAR ISI        ......................................................................................................    ii
BAB I
PENDAHULUAN      
A.Latar Belakang    .............................................................................................    1
   B. Maksud dan Tujuan...............................................................................................    1
BAB II
PEMBAHASAN   
    1. Pakaian Adat Khas Jawa Barat..............................................................................    2
    2. Kesenian Khas Jawa Barat....................................................................................    2
BAB III
PENUTUP    .....................................................................................................................    7
1.   Simpulan    ....................................................................................................................    7
2    Saran    .....................................................................................................................    8
DAFTAR PUSTAKA











DAFTAR PUSTAKA
•  Kamajaya, Gede. (2000). Yoga Kundalini. Surabaya: Paramita.

Rabu, 31 Agustus 2011

tirta yatra di nusa penida

PURA Giri Putri adalah Pura Prasanak atau Jajar Kemiri dari Pura Dalem Penataran Peed di Nusa Penida. Pura Dalem Penataran Peed adalah pura untuk memuja Tuhan Yang Mahakuasa sebagai pencipta Purusa dan Pradana. Purusa itu adalah kekuatan kejiwaan atau daya spiritualitas yang memberikan napas kehidupan pada alam dan segala isinya. Pradana adalah kekuatan fisik material atau daya jasmaniah yang mewujudkan secara nyata kekuatan Purusa. Karena itu umat Hindu berbondong-bondong rajin bersembahyang ke Pura Dalem Penataran Peed untuk mendapatkan keseimbangan daya hidup baik daya spiritual maupun daya fisikal. Karena hanya keseimbangan peran dan fungsi rohani dan jasmani itulah hidup yang harmonis di bumi ini dapat dicapai.

Selasa, 12 Juli 2011

Perjalanan Tirta Yatra ke Pulau Menjangan

Keinginan untuk nangkil ber tirta yatra ke Pura - pura yang ada di pulau Menjangan akhirnya bisa kesampaian, sekitar jam 7.00 kami segera meluncur dari keliki, orang bilang keliki paradise tempat kami tinggal “””hehehe””sebelumnya kami sembahyang di pura-pura terdekat. Iya perjalanan yang akan sangat menyenangkan begitu dalam benak saya, mungkin juga dalam pikiran teman- teman saya, sebagian besar peserta belum pernah ke Pura Menjangan jadi mungkin mereka hanya mendengar dari cerita cerita yang pernah mereka denger tentang Keindahan Alam Pulau Menjangan dan keunikan Pura pura yang ada di Pulau Menjangan.                                          



Senin, 16 Mei 2011

Khasiat dan Manfaat Buah Naga

 Buah naga mempunyai khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Manfaat buah naga diantaranya sebagai penyeimbang kadar gula darah, pelindung kesehatan mulut, pencegah kanker usus, mengurangi kolesterol, pencegah pendarahan dan mengobati keluhan keputihan.